Senin, 16 November 2009

KALENDER BUPATI DIPERTANYAKAN

Kalender Bupati Rembang Mohammad Salim inilah yang dipermasalahkan.

Rembang – Sejumlah kalangan mempermasalahkan pembagian kalender bergambar Bupati Rembang Mohammad Salim ke kantor kantor instansi pemerintah. Dalam kalender tahun 2010 bernuansa warna biru yang identik dengan Partai Demokrat tersebut, tampak foto Mohammad Salim dengan kalimat Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan Ekonomi Rakyat Rembang. Tulisan itu berukuran besar, sehingga sangat mencolok, sedangkan dibagian bawah kalender disisipi pesan Waspadalah cukai ilegal merugikan negara. Anehnya kalender ini justru dibagikan oleh Bagian Humas Setda Rembang.

Wakil Ketua DPRD Rembang Suwanto mengatakan posisi Bupati memang cukup menguntungkan sebagai kepala daerah yang rencananya akan mencalonkan diri kembali dari Partai Demokrat. Program program pemerintah akan sangat mudah ditumpangi oleh kepentingan politik.

Ia mempertanyakan relevansi dari pembagian kalender tersebut, termasuk ada tulisan kata kata lanjutkan yang kental dengan nuansa kampanye. Belum lagi apabila pembuatan kalender disokong oleh dana dari APBD, sehingga perlu ada penelusuran jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan lebih jauh.

Sejumlah pegawai negeri sipil yang menerima kalender bergambar Bupati Rembang Mohammad Salim itu tanggapannya cukup beragam. Ada yang hanya tersenyum tanpa bersedia memberikan komentar, ada yang cuek saja tapi ada pula pegawai yang kemudian membawa kalender dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada tetangganya.

Terkait pembagian kalender bergambar Mohammad Salim tersebut, Kabag Humas Pemkab Rembang Suyono menegaskan tak ada maksud untuk berkampanye, karena kapasitas Mohammad Salim sebagai seorang Bupati, sehingga sangat wajar apabila menyerukan program program pembangunan. Lagipula saat ini belum ada tahap pencalonan atau bahkan tahapan kampanye.

Ketika ditanya kenapa harus ada kata kata lanjutkan ? Suyono mengatakan hal itu hanya sebagai bentuk dukungan terhadap 4 pilar program pembangunan yang layak untuk diteruskan demi kepentingan masyarakat selama Mohammad Salim duduk di pemerintahan, tidak ada kaitannya dengan Pilkada.

Kabag Humas Pemkab Rembang Suyono menambahkan jumlah kalender yang dibagikan memang cukup banyak, sampai ke tingkat kecamatan. Seharusnya hal itu tidak perlu dipermasalahkan, karena sebagai pegawai negeri sipil PNS harus tetap menjunjung tinggi netralitas, meskipun mempunyai pilihan yang berbeda beda.


sumber : http://r2b.myadgame.com

PETANI DAN NELAYAN MENDOMINASI

Para pengantar melambaikan tangan kepada jemaah calon haji yang akan diberangkatkan dari Gedung Haji Rembang, Senin pagi.

Jemaah calon haji saat berada di dalam bus. Paling banyak berasal dari kaum petani dan nelayan.

Rembang – Sebanyak 789 jemaah calon haji asal kabupaten Rembang Senin pagi berangkat dari Gedung Haji Jl Pemuda Rembang.

Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang atau kloter. Untuk kloter 75 berangkat pada pukul 07.20 wibb, jumlahnya hanya 35 orang jemaah dan nantinya bergabung menjadi satu dengan jemaah asal kabupaten Kudus dan Kotamadya Semarang, sedangkan 750 orang jemaah calon haji pada kloter 76 dan 77 berangkat tepat pada pukul 09.00 wibb.

Bupati Rembang Mohammad Salim yang melepas jemaah calon haji mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan di tanah suci, supaya bisa menjalankan serangkaian ibadah. Peran Tim Kesehatan Haji Daerah TKHD dan Tim Kesehatan Haji Indonesia TKHI juga sangat penting untuk mengatasi berbagai macam gangguan penyakit para jemaah.

Dalam pemberangkatan jemaah calon haji, tampak ratusan orang pengantar tetap datang memadati Jl Pemuda km 03 Rembang, meski sebelumnya sudah dihimbau untuk melepas di pusat konsentrasi pemberangkatan ditingkat kecamatan. Sebagian dari mereka kelihatan cukup terharu saat melambaikan tangan, mengiringi laju 20 bus yang membawa jemaah calon haji.

Ada satu hal yang cukup menarik dibalik keberangkatan jemaah calon haji asal kabupaten Rembang, karena dari jumlah 789 orang paling banyak bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan yakni sekitar 50 persen. Baru kemudian disusul dari kalangan swasta, pedagang, pegawai negeri sipil serta TNI/POLRI.

Salah satunya adalah Sugiman, petani asal desa Tambakagung kecamatan Kaliori yang tahun ini menunaikan ibadah haji bersama isterinya, Sumiah. Sugiman bercerita penghasilan sebagai petani memang tidak menentu, sehingga kalau punya uang langsung ditabung ke bank. Setelah tiga tahun menabung, baru kemudian ia bisa mewujudkan niatnya untuk berangkat ke tanah suci.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Departemen Agama Kabupaten Rembang Mahmudi mengatakan bisa jadi hasil panenan dan tangkapan ikan saat melaut dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan, sehingga jumlah jemaah calon haji yang berasal dari kalangan petani dan nelayan cukup mendominasi. Selain itu ada kecenderungan kaum petani dan nelayan mempunyai niat yang tinggi untuk menunaikan ibadah haji sebagai Rukun Islam yang ke V. Bekal kesabaran menabung itulah yang menjadi tolok ukur keteguhan niat mereka.

Berdasarkan data, jemaah calon haji asal kabupaten Rembang paling banyak berasal dari kecamatan Sarang yakni 153 orang. Kecamatan Sarang selama ini dikenal sebagai daerah pesisir pantai dan banyak nelayan pemilik kapal yang sukses.

Sedangkan jemaah calon haji yang paling sedikit berasal dari kecamatan Gunem yakni hanya 9 orang.


sumber : http://r2b.myadgame.com

DANA HABIS, PEMKAB AMBIL LANGKAH DARURAT

Meski sudah beberapa kali turun hujan, namun droping air semacam ini masih diperlukan.

Rembang – Dana Rp 300 juta yang dianggarkan Pemkab Rembang untuk penyaluran air bersih ke desa desa yang mengalami kekeringan tahun ini sudah habis sejak tanggal 14 November 2009.

Meski demikian desa desa yang masih kesulitan air bersih, tetap bisa mengajukan permintaan droping air, karena Pemkab sudah mengambil langkah langkah darurat untuk mengatasi masalah tersebut.

Maskub, Kepala Bagian Kemasyarakatan Pemkab Rembang menjelaskan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Bupati dan disetujui akan ada pencairan sisa dana kemanusiaan sebesar Rp 100 juta untuk melanjutkan droping air bersih. Jika memang anggaran masih saja belum mencukupi, maka akan diupayakan mengambil dana tak tersangka, walaupun prosesnya panjang dan memakan waktu cukup lama.

Selain itu hingga sekarang juga masih ada penyaluran air bersih dari Bakorlin wilayah I Pati, meski jumlah bantuan terbatas. Intinya selama masih dibutuhkan oleh warga, maka droping air akan terus berjalan.

Kepala Bagian Kemasyarakatan Pemkab Rembang Maskub memprediksi musim kemarau akan segera berkahir, karena saat ini sudah mulai turun hujan disertai dengan cuaca mendung setiap hari.

Kalaupun masih ada droping air, setidaknya sampai dengan awal bulan Desember mendatang.

Saat ini tercatat masih ada puluhan desa di kabupaten Rembang yang warganya mengalami kesulitan air bersih, karena hujan yang turun beberapa kali belum mampu menambah debet air sumur maupun embung. Kondisi semacam ini paling parah terjadi di kecamatan Sulang, Kaliori, Kragan dan kecamatan Pamotan bagian barat.


sumber : http://r2b.myadgame.com

PENJUALAN TIKET UNTUK MENGHIDUPI PSIR

Potensi pembelian tiket penonton akan dioptimalkan untuk pendanaan tim PSIR Rembang.

Rembang – Hasil penjualan tiket dari laga kandang tim PSIR di Stadion Krida Rembang akan menjadi salah satu pemasukan utama untuk membantu pendanaan Laskar Dampo Awang, selain dari dana APBD Rembang.

Berdasarkan perhitungan, tim PSIR akan melakoni laga kandang sebanyak 10 kali selama masa kompetisi Divisi Utama yang akan dimulai tanggal 26 November nanti.

Manajer PSIR Rembang Maliki Nurudin mengakui dana penjualan tiket saat laga kandang memang sangat diharapkan membantu keuangan tim, karena dana dari APBD sebesar Rp 1 miliar belum juga cair.

Pihaknya berharap nantinya ada keterbukaan dari panitia penyelenggara pertandingan mengenai berapa hasil bersih penjualan tiket untuk bahan laporan kepada bendahara induk. Ditargetkan pada putaran I akan terkumpul dana hingga Rp 50 juta.

Manajer PSIR Rembang Maliki Nurudin menambahkan hingga hari ini belum ada satupun sponsor yang berminat untuk promosi dalam laga kandang di Stadion Krida. Setidaknya jika ada sponsor masuk, bisa sedikit menutupi pengeluaran biaya latihan dan operasional sehari hari.

Kapasitas Stadion Krida bisa menampung sekitar 10 ribu orang penonton. Harga tiket di tribun sebelah barat sudah dipastikan Rp 25 ribu per orang, sedangkan untuk harga tiket rata rata Rp 10 ribu. Jika perhitungan kasar, dalam setiap pertandingan panpel bisa meraup penghasilan antara Rp 20 juta sampai dengan Rp 25 juta. Andai saja penonton yang masuk stadion tanpa tiket bisa ditekan oleh aparat dan panpel, maka pendapatan dari tiket akan jauh lebih besar.

Sementara itu, sejumlah tokoh suporter PSIR berharap supaya penonton berpartisipasi melalui pembelian tiket. Membeli tiket sama saja ikut membesarkan tim dan sebaliknya masuk tanpa tiket, akan merugikan PSIR Rembang.


sumber : http://r2b.myadgame.com